Jumat, 29 Mei 2009

Rahasi Meraih Promosi

Gaji lebih tinggi, tunjangan lebih banyak, kekuasan lebih besar. Hmm… enaknya dapat promosi jabatan…
Ingin jadi kepala bagian sebelum umur 30 ? bisa bahkan banyak yang bisa jadi asisten wakil komisaris di usia 20-an. Jabatan tinggi bukan lagi mimpi untuk kita yang masih muda.
Asal tahu cara yang tepat, kita bisa raih jabatan idaman.

RAHASIA 1 : SIAP-SIAP

Ingin dipromosikan ? jangan langsung ‘tembak’ atasan anda menuntut jabatan lebih tinggi kalau kita tidak punya persiapan menuju jabatan yang diincar. Asal disiapkan dengan matang , atasan nantinya merasa tidak perlu berpikir dua kali mempromosikan kita. Beberapa hal yang harus dilakukan :

  • Buat Target, spesifikasikan jabatan yang kita inginkan lengkap dengan jangka waktu yang dibutuhkan untuk mencapainya. Lalu mulailah menghitung mundur. Misalnya, jika ingin mencapai posisi manajer dalam waktu enam tahun, kita harus targetkan untuk jadi staf senior dalam dua tahun, jadi asisten manajer dalam empat tahun, dan seterusnya. Target ini akan membuat kita termotivasi sekaligus memudahkan kita mengevaluasi perkembangan kita.
  • Riset Jabatan, setelah menetukan target, cari tahu A-Z tentang jabatan yang kita inginkan. Mulai dari besarnya tanggung jawab, hambatan yang akan dihadapi, sampai ke keahlian yang dibutuhkan. Bisa jadi jabatan tersebut menuntut kita yang berlatar belakang komunikasi untuk tahu dasar-dasar akuntasi. Kalau sudah begitu, jangan tunda lagi mengambil kursus yang dibutuhkan dari sekarang.
  • Perluas Jaringan, jika selama ini kita hanya bekerja keras dan malas bersosialisasi, bahkan tidak kenal seluruh rekan satu divisi, sebaiknya lupakan saja niat untuk dipromosikan. Pasalnya, cara kerja seperti ini akan membuat kita miskin jaringan dan sulit mencari informasi. Pengetahuan tentang perusahaan jadi tidak berkembang dan peluang promosi bisa lewat tanpa sepengetahuan kita.
  • Kerja Keras,mustahil atasan mengangkat kita jika kita selalu malas bekerja. Kita harus ingat juga , kerja memenuhi deadline saja tidak cukup. Kita harus bisa terlihat menonjol dibandingkan rekan kerja lain. Jadi jangan sekedar menyerahkan laporan tapi juga usulkan ide-ide baru. Mengajukan diri untuk menangani proyek baru bisa menunjukan semangat kerja keras kita.

RAHASIA 2 : PERILAKU TEPAT

Gelar, umur bahkan pengalaman bukan syarat mutlak saat ini untuk bisa mendapatkan promosi. Persaingan antar perusahaan yang makin ketat dan budget yang kian terbatas membuat perusahaan tidak lagi terpatok mengangkat mereka yang bergelar S2 atau di atas 35 tahun. Kita punya peluang yang sama besar dengan mereka. Rahasia perilaku yang tepat yang akan dapat membuat anda mendapatkan promosi . beberapa perilaku atau attitude yang patut anda kembangkan antara lain seperti :

  • Mampu bekerja sama, memegang jabatan lebih tinggi artinya bekerja dengan lebih banyak orang . sikap egois dan tidak mudah bekerja sama jelas tidak akan membuat kita dipromosikan. Mulai lah dengan cara menghargai sesame rekan kerja, baik yang senior maupun yang junior.

    Sesekali ajukan ide untuk makan bersama atau olahraga bareng. Ini menunjukan kalau kita pedulli pada kekompakan tim. Selain itu kita juga harus pintar-pintar menempatkan diri di tengah tim kerja . jika terjebak di tengah perdebatan, jangan memihak pada salah satu pihak. Jadilah orang yang lihai menurunkan ketegangan, menarik kesimpulan dan membantu mencari jalan keluar. Disini akan terlihat potensi kita sebagai orang yang bisa diandalkan disegala situasi.

  • Si serba bisa, sebuah perusahaan pasti butuh karyawan yang serba bisa. Tidak hanya handal mengerjakan tugas sehari-hari dan mampu menepati tenggat waktu, tetapi juga memiliki pengetahuan dan jaringanluas. Perusahaan akan mendapatkan keuntungan besar karena karyawannya yang potensial ini bisa diajak diskusi mengenai berbagai masalah yang terjadi.

    Saatnya memperbanyak pengetahuan dengan mengajukan diri terlibat di berbagai proyek. Selain memperluas jaringan, kita bisa belajar banyaka dari pengalaman kerja rekan kerja kita satu tim. Efek positifnya adalah kita akan mampu menganalisis persoalan.

  • Jago Kasi masukan, memegang jabatana tinggi berarti tidak sekedar menjalankan program, tapi iktu serta merancang dan menyumbangkan ide-ide segar yang bermanfaat bagi perusahaan. Untuk menunjukan kalau kita punya inisiatif member masukan, saat rapat jangan diam atau ambil kursi paling belakang.

    Duduk di depan dan ajukan ide. Pastikan masukan kita tidak sekedar menguntungkan perusahaan, tapi juga karyawan. Jika kita berhasil, teman kerja kita pasti akan mendukung kita naik jabatan.

  • Inovatif, pemimpin kaku yang selalumain perintah ? itu sudah bukan jamannya lagi. Persaingan yang ketat memaksa kita untuk tidak hanya bisa memimpin dan menyuruh anak buah tetapi juga jadi pemimpin inovatif dan terbuka.

    Saat rapat, terima ide orang lain jika memang lebih bagus dari ide kita. Ini menunjukan jika kita bisa terbuka terhadap masukan orang lain dan tidak hanya mementingkan diri sendiri. Tentukan juga prinsip kepemimpinan kita dari sekarang.

    Misalnya, “ saya inginanak buah saya menghargai waktu, karena itu saya pun tidak akan dating terlambat.” Prinsip ini bisa diterapkan mulai sekarang dan pada saat kita dapat kesempatan memimpin sebuah tim kerja.

  • Pantang menyerah, proposal ditolak, kita langsung rendah diri dan bolos dating kerja berhari-hari. Cara bersikap seperti ini tidak akan membuat kita mendapatkan promosi.

    Jika proposal ditolak atasan, kita harus cari tahu alas an kenapa menolaknya, perbaiki lalu ajukan lagi. Sikap ini akan menunjukan bahwa kita bisa menghadapi hambatan dengan baik dan tidak mudah menyerah untuk mendapatkan ide yang menguntungkan perusahaan.

RAHASI 3 : NGOMONG DONG !

Beranikan diri menghadap bos untuk menyampaikan keinginan kita mencapai keinginan kita mencapai target karier kita. Tentu saja tidak hanya bermodalkan omongan., tetapi juga bukti –bukti yang mendukung bahwa kita memang pantas mendapatkan promosi.

Susun rapi dokumen kerja yang mencerminkan prestasi kerja kita, termasuk e-mail korespondensi kita dengan klien-klien besar selama ini. Catat dalam sebuah notes terbentuk poin-poin besar, apa saja yang ingin kita sampaikan pada atasan. Ini akan membuat pembicaraan kita terarah dan focus.

Tunjukan pula bahwa kita memiliki minimal nilai lima keahlian utama yang dibutuhkan posisi tersebut . presentasikan kelebihan kita tersebut dengan bukti–bukti berupa keterlibatan kita dalam proyek atau keberhasilan kita menggandeng klien besar.

Terakhir, jangan paksa atasan untuk member jawaban “ya” atau “tidak” saat itu juga. Tutup ‘presentasi’ kita dengan pertanyaan kita dengan pertanyaan terbuka, seperti, ‘ bagaimana , pak ? kira-kira apa langkah selanjutnya agar saya bisa mendapatkan promosi ini ?”

Kalaupun bos anda menjawab, bahwa kita belum memenuhi kualifikasi yang diharapkan , tanyakan apa yang harus diperbaiki dari diri kita. Tidak lama lagi, jabatan idaman anda pasti akan di tangan.

4 LANGKAH HEMAT ALAT TULIS KANTOR

Dengan berhemat ATK, ternyata kita bisa punya ‘kebebasan’ di tempat kerja. Akhir tahun, bukan Cuma evaluasi kinerja karyawan yang sibuk dilakukan ,tapi juga evaluasi kinerja perusahaan secara keseluruhan. Besarnya biaya yang dikeluarkan perusahaan sangat mempengaruhi pemasukannya dan ujung-ujungnya menentukan keputusan mengenai besar bonus yang bisa kita terima. Mau mendukung perusahaan tempat kita bekerja supaya pemasukannya semakin banyak, dan semakin besar juga bonus kita ?
Supaya pengeluaranperusahaan tidak terlalu besar, kita bisa membantu dengan berhemat alat tulis kantor (ATK) selain mengurangi biaya, ternyata berhemat ATK juga bisa membuat kerja lebih enak.

BEBAS LUPA

Yang paling sering, kita tidak bisa menemukan bolpoin atau stapler kita pada saat kita mau menggunakannya. Pasti jengkel rasanya… padahal ternyata barang- barang itu tidak hilang, tapi sembunyi di balik tumpukan berkas di atas meja kerja kita. Bisa juga dia ngumpet di meja kerja rekan anda. Jangan buru-buru minta pulpen baru, sebaiknya cari dulu !

Berikutnya agar tidak pusing mencarinya, ada bagusnya kita meletakan tempat khusus alat-alat ini diposisi yang paling strategis dalam jangkauan kita setiapkali selesai menggunakannya, kita bisa langsung meletakannya kembali di tempat itu, jadi kita tidak akan kehilangan benda-benda yang sederhana tapi penting ini. Selain itu, meja kerja juga lebih rapi tanpa alat tulis yang berserakan.

Kalau rekan kerja punya kecenderungan meminjam dan sering lupa mengembalikan peralatan tulis kita, memasang nama dibolpoin kita biisa dipertimbangkan. Memang nama di bolpoin itu tidak bisa menjerit minta untuk dikembalikan . tapi dengan adanya nama kita tertera dibolpoin , paling tidak rekan kerja kita ingat dari siapa dia meminjamnya dan bisa segera mengembalikan pulpen itu.

BEBAS TUMPUKAN

Mau ngeprint atau fotokopi, tapi tidak teredia kertas baru ? sebelum minta kertas baru, coba kita kihat lagi, siapa tahu ada kertas bekas fotokopi atau ngeprint yang sisi baliknya masih polos. Kita masih bisa gunakan kembali kertas tersebut untuk fotokopi.

Selama kertas tersebut tidak berisi hal-hal yang sifatnya rahasia, kita masih bisa ngeprint di sisi polosnya. Selainitu kita juga bisa menggunakannya sebagai kertas buram.

Dengan reusing kertas bekas ini, tumpukan sampah kertas jadi berkurang, ruang kerja kelihatan lebih nyaman juga. Yang paling penting, kita bisa berhemat kertas dan ikut menjaga lingkungan.

BEBAS ROBEK

Stapler memang bikin hidup lebih mudah, tapi penjepit kertas dan paper clip lebih bersahabat untuk mendukung usaha kita berhemat. Walaupun tidak terlalu mahal, kawat stapler tidak bisa dipakai lebih dari sekali. Sedangkan penjepit kertas dan paper clip masih bisa kita gunakan lagi sesudahnya.

Kalau berkas yang di staple itu sudah tidak diperlukan dan kita bermaksud menggunakan halamannya yang masih kosong, kertas yang dijepit atau di clip masih bagus bentuknya . stapler memberikan bekas bolong pada kertas, malah kalau kita tidak berhati-hati membukanya, kertas bisa robek.

BEBAS KERTAS

Kalau system informasi di tempat kerja sudah mendukung, kita bisa mengoptimalkan penggunaan email. Laporan rutin dan dokumen-dokumen bisa dikirimkan melalui melalui e-mail yang cepat dan praktis , jadi kita juga bisa lebih menghemat waktu.

Untuk pesan yang sama kita tidak perlu mengetik ulang atau membuat salinan dalam jumlah banUkuran hurufyak. Dengan e-mail, banyak sekali yang bisa dihemat. Kita bisa mengirit penggunaan disket. Menghemat kertas untuk ngeprint atau fotokopi, dan kita menghemat printer dan mesin fotokopi juga. Bolpoin juga jadi jarang digunakan, sehingga lebih awet.

Filling yang dilakukan dengan menggunakan fasilitas computer mengurangi jumalah berkas atau dokumen yang harus disimpan. Meja kerja juga lebih rapi.

Tips Untuk Meniti Karier

BERANI BERSAING KARIER MELESAT
Survival of the fittest. Percaya hukum alam yang satu ini kan ? untuk urusan karier, aturan ini juga berlaku, yangterkuatlah yang akan menang. Kalau kita kompeten da terus nunjukin prestasi, kesempatan meraih sukses pasti lebih besar. Tentunya tidak gampang meraihnya, namun yang pasti untuk sukses kita wajib punya semangat bersaing!

Semua hal di dunia ini punya dua sisi, gelap - terang, cewek – cowok, begitu juga dengan persaingan di dunia kerja. Ada persaingan yang dilakukan secara sehat, namun tidak sedikit yang melakukan hal sebaliknya. Cara mendeteksinya : kalau bersaing secara sehat, kita sepenuhnya menyadari bahwa kita dinilai atas performa kerja mulai dari tahap awal hingga akhir.
Dalam persaingan, selalu ada yang menang dan kalah, supaya tidak terjegal ikuti trik-trik berikut ini :

  1. Play by the rule, selalu jadikan peraturan perusahaan sebagai pegangan. Jadi, seandainya saingan mau menjatuhkan kita, pelanggaran tidak bisa dijadikan senjata. Jika di larang mengenakan celana panjang pada hari-hari tertentu, jangan pedulikan ajakan teman untuk berbuat nakal. Main aman saja.
    Harus di catat pula playing the rule tidak berarti kita jadi kaku. Kendala karier sering muncul karena kita tidak fleksibel. Sekali-kali kita bole kok mencuri waktu untuk mengunjungi rekan-rekan dari divisi lain untuk mengakrabkan diri. lain waktu mungkin kita membutuhkan mereka.
  2. Rela kerja ekstra, ingat, kita sedang bersaing. Jangan terpaku pada job description, meskipun sudah menyelesaikan tugas, jangan sampai kelihatan kita ongkang-ongkangan kaki. kalau memang mungkin , ada baiknya membantu rekan kerja yang lain atau mengusulkan diri untuk mengerjakan proyek yang akan dikerjakan . semakin proaktif akan semakin menonjol. Janganmau kalah dengan yang lain.
  3. Multiskilled, semakin banyak keahlian yang kita punya, kita akan semakin unggul. Meskipun sama-sama calon sekretaris yang memiliki bekal keskretarisan yang sama, tapi kalau kita mempunyai keahlian lain, misalnya jago bahasa mandarin, kita tentunya akan lebih unggul beberapa poin. Jangan mau jadi orang yang hanya punya kemapuan standard saja.
  4. Lihai berstrategi, jangan terlalu tenggelam dengan pekerjaan yang menggunung. Bersaing itu memerlukan strategi. Pahami betul politik dikantor. Lengah sedikit, bisa jadi kita salah langkah. Jika atmosfir perusahaan kita cukup kaku, ya jangan suka sok akrab. Ikuti prosedur yang berlaku. Jangan sampai ada pihak yang merasa dilangkahi. Akibatnya bisa fatal. Cap tidak tahu diri bisa saja melekat pada kita.
  5. Jago mengatasi stress, pandangan dunia kerja sebagai medan perang. Sekali kita terlibat, harus siap jiwa raga. Pekerjaan kita bisa jadi gempuran yang tidak ada hentinya, makanya cara kita menangani stres sangat penting. Kalau kita dikalahkan oleh stress kerja, performa kita tidak akan oke. Kegagalan pun menanti.
    Agar jago menangani stress, selalu berpikir “ saya bisa” jangan pernah menganggap suatu tugas terlalu berat. Sekali pikiran ini mampir di benak kita, rasa nggak mampu akan menghantui. Kalau kita memang berusaha keras untuk menyelesaikan tugas dengan baik, dukungan dari banyak pihak pasti akan berdatangan.
  6. Manajemen waktu, sering lembur berarti rajin ? belum tentu ! keseringan lembur malah tidak baik bagi konduite kita. Pasti ada yang salah dengan time management kita. Bukan tidak mugkin akan ada pertanyaan di dalam pikiran boss kita ataupun rekan kerja, kalau kita tidak mampu menyelesaikan pekerjaan tepat waktu. Sebenarnya tidak ada yang slah dengan lembur. Tentunya selama diperlukan. Tapi, kalau kita ceerdas mengatur waktu, mustahil lembur terus-terusan kan ? mangement waktu adalah kunci tercapainya suatu target dengan kualitas dan range waktu yang memuaskan.
  7. Tidak mengulangi kesalahan, no body’s perfect. Mungkin kita pernah melakukan kesalahan, tapi tidak usah berkecil hati, yang penting kitamau memperbaiki diri. Dengan mengulangi kesahalan yang sama berarti tidak kompeten dan kemampuan belajar kita rendah. Nilai kita akan terus merosot dimata atsan sehingga para pesaing bisa melewati kita tanpa banyak kesulitan.
  8. Tunjukan ambisi, last but not least, tunjukan kalau kita berambisi. Atasan bukan paranormal yang bisa menebak isi kepala. Kalau kita kelihatannya adem ayem saja, sudah puas dengan posisi sekarang, tidak mungkin kita akan mendapatkan promosi! Buat apa diberi jatah lebih kalauu orangnya tidak mau ? mungkin itu yang akan ada di pikiran atasan kita. Sebelum kkta menghadap atasan, tunjukan terlebih dulu bersemangat kerja kita. Meeting merupakan saaat yang tepat untuk unjuk gigi, kita bisa memberi sinyal kalau kita kompeten. Layaknya atlet, harus aktif menjemput bola

Tips Interview

Definisi interview adalah percakapan yang bertujuan untuk menggali informasi yang dilakukan oleh pewawancara dan orang yang diwawancarai. Tahapan interview biasanya dilakukan setelah melewati tahapan lainnya seperti tahap administrasi yaitu mengirimkan CV atau juga tahap psikotes. Interview yang dilakukan oleh berbagai perusahaan dilakukan untuk mengetahui calon pelamar secara individual. Mereka membutuhkan beberapa gambaran seseorang sebelum orang tersebut dapat bergabung dan bekerja sama dalam sebuah team work di perusahaan tersebut. Interview adalah sarana untuk menentukan lolos tidaknya calon pelamar tersebut. Biasanya terdapat beberapa tahap interview tergantung dari kebutuhan posisi yang dilamar dan besarnya perusahaan.

Dalam interview biasanya pewawancara berusaha untuk menggali beberapa informasi penting. Dan berikut adalah informasi penting yang biasanya ingin diketahui si pewawancara dari yang diwawancara :
1. Kebutuhan untuk berprestasi
2. Energi dan dorongan
3. Emosi
4. Relasi sosial (adaptasi lingkungan baru dan kemampuan berkomunikasi)
5. Sikap pribadi dan Gaya kerja
6. Kemampuan dalam problem solving dan decision making
7. Kemampuan teknikal
8. Lain-lainnya, disesuaikan dengan kebutuhan dan kultur perusahaan

Untuk mempersenjatai diri saat melakukan interview berikut beberapa tips jitu :

  1. Kuasai profile perusahaan
    Sangat penting bagi kita untuk mempelajari profil perusahaan terutama untuk memperoleh informasi-informasi penting seputar visi dan misi. Lagipula kita tidak akan terlihat plonga-plongo saat si pewawancara menanyakan kepada kita tentang perusahaannya. Anda dapat bertanya ke customer service tentang alamat websitenya dan baca profilnya di internet.
  2. Pelajari job desk kita saat ini dan job desk pekerjaan yang ditawarkan
    Saat kita interview pasti kita akan ditanya mengenai job desk kita saat ini. Perusahaan berupaya untuk menggali informasi seputar cara kerja, gaya kerja, energi, motivasi, dll.
  3. Pelajari kemampuan dan pengetahuan teknikal yang dibutuhkan
    Kemampuan dan tehnikal yang anda miliki adalah senjata berharga anda jadi usahakan untuk menceritakan secara detail yang anda ketahui tentang posisi lamaran yang anda inginkan tersebut karena tentu saja perusahaan tidak mau menerima orang yang tidak tahu apa-apa dan tidak bisa apa-apa.
  4. Berikan kesan yang baik pada interviewer
    Sangat penting untuk hadir beberapa menit sebelum waktu yang seharusnya. Selain menjaga supaya anda tidak nervous, juga memberikan kesan perusahaan bahwa anda menghargai waktu. Bersikaplah sopan dan berikan jawaban yang lugas dan tidak bertele-tele. Jagalah eye contact supaya anda terlihat sangat percaya diri. Jangan bercanda walaupun si pewawancara mengajak anda untuk sedikit bercanda. Rileks aja dan tersenyumlah.
  5. Pahami kemampuan diri dan Be yourself
    Jangan melebih-lebihkan keadaan diri, dan jangan berbohong tentang kemampuan diri. Jika anda melebih-lebihkan hanya untuk diterima, maka anda akan kena batunya saat anda mulai bekerja dan menyebabkan anda dapat dengan cepat ‘ditendang’ oleh perusahaan karena anda tak memenuhi ekspektasi mereka.

Interview juga menjadi sarana anda untuk mengetahui posisi yang akan anda miliki nantinya dan juga seputar perusahaan tersebut. Tanyakan sebanyak-banyaknya hal-hal mendasar seperti job desk dan cara kerja serta visi misi perusahaan tersebut. Jika anda sudah tahap negosiasi gaji, tanyakan pula tunjangan-tunjangan dan keuntungan apa yang akan anda peroleh sebagai pegawai di sana. Interview juga dapat menjadi sarana komunikasi 2 arah apakah perusaan tersebut memiliki filosofi yang sama dengan anda. Namun harap diingat bahwa disini posisi anda adalah orang yang mengharapkan pekerjaan tersebut jadi pintar-pintarlah untuk mencari pertanyaan yang tidak terkesan bahwa anda menyombongkan diri.

8 Sikap Utama Dalam Bekerja

Bekerja itu menyenangkan, terutama jika sungguh-sungguh menyukai pekerjaan tersebut. Kesempatan yang terbuka lebar dan persaingan yang ada baik di lingkungan sekitar ataupun dengan kompetitor perusahaan seringkali membuat adrenalin naik turun mengerjakan tugas-tugas yang menjadi kewajiban kita. Bekerja pun tidak sekedar mendapatkan uang, akan tetapi lebih cenderung membentuk perburuan yang akan mendapatkan akhir yang menyenangkan. Entah itu hanya sebuah penghargaan atau keberhasilan yang gemilang, atau mungkin juga bonus dan gaji yang diterima di akhir bulan. Tahukah anda ketika bekerja ada 8 sikap utama yang harus diperhatikan supaya anda dapat mendapatkan hasil yang diinginkan? Sikap-sikap tersebut adalah :

  1. Tanggung Jawab buat semua orang
    Tanggung jawab antara pekerja pria dan wanita adalah sama, dan tidak ada cerita kalau pekerja wanita berhak mendapatkan pekerjaan yang lebih sedikit dibandingkan pekerja pria. Semua tugas dan pekerjaan dituntut untuk dilakukan dengan sebaik-baiknya.
  2. Tidak takut bekerja keras
    Sebagai pekerja, terutama pekerja baru tuntutan untuk berani bekerja keras adalah mutlak. Mereka harus siap diberi pekerjaan ekstra dengan senang hati dan melakukan lebih dari yang diminta. Berinisiatiflah dalam bekerja supaya anda mendapatkan poin lebih dari karyawan yang lain.
  3. Selalu bersikap positif
    Sikap positif diperlukan terutama jika menemukan masalah dalam pekerjaan. Jangan langsung pasrah melainkan berusaha mencari berbagai jalan untuk mencari solusi permasalahannya. Bisa jadi ini langkah untuk mencapai posisi yang lebih tinggi jadi selesaikan dengan hati yang jernih.
  4. Bekerja sungguh-sungguh
    Jika anda membenci pekerjaan yang sekarang bukan berarti ini alasan untuk bolos kerja dan bermalas-malasan. Sikap yang buruk ini sangat tidak benar. Sejelek apapun pekerjaan anda, lakukan dengan sebaik-baiknya karena siapa tahu anda ditawari pekerjaan yang jauh lebih baik daripada pekerjaan sekarang.
  5. Gerak cepat
    Lakukan semua perintah atau permintaan atasan dengan cepat dan jangan menunda-nunda. Dengan datang dan memberi jawaban secara langsung atasan akan menganggap anda bisa diandalkan. Penting sekali untuk langkah selanjutnya
  6. Bertanya dan bertanya
    Tanyalah kepada atasan atau siapapun juga jika tidak mengerti apa yang dimaksud. Gengsi untuk bertanya atau takut dianggap bodoh akan menyesatkan anda.
  7. Hormati pegawai lama
    Susah menjadi orang yang baru, tapi tidak serumit yang anda pikirkan. Hargai pendapat pegawai yang lama jangan langsung disanggah pendapatnya atau kritikannya. Hormati pula apa-apa yang menjadi kebiasaan mereka yang tidak sesuai dengan kebiasaan anda. Jika ingin bertanya cobalah cari celah dimana mereka tidak sibuk dan tidak terlalu konsentrasi pada kerjaannya. Coba selingi dengan bahan candaan jika mereka tidak terlalu serius. Pegawai lama biasanya selalu welcome dengan pegawai baru asalkan pegawai baru mengerti bagaimana cara menempatkan diri di perusahaan yang baru.
  8. Rela dikritik
    Sebagai pegawai yang baru, bisa jadi cara kerja yang anda lakukan selama ini berbeda dengan system perusahaan. Jika anda dikritik janganlah tersinggung, karena ini lebih baik daripada anda jadi bahan omongan orang sekantor. Bila anda tidak setuju dengan aturan tersebut, sampaikan baik-baik supaya dapat dinilai oleh perusahaan yang mana yang lebih efektif.

6 Cara Tetap Semangat di Tempat Kerja

Rutinitas yang monoton seringkali menimbulkan kejenuhan. Hal itu sebetulnya manusiawi. Meski demikian, kita tidak boleh membiarkannya berlarut2. Kejenuhan yang dibiarkan mengendap dapat merusak kualitas kerja dan mengganggu secara psikologis. Paling tidak, ada 6 hal yang perlu dilakukan untuk mengatasi kejenuhan :

1. Perluas cakrawala
Manusia terus berkembang, termasuk otak kita. Karena itu perlu di tambahi hal-hal baru. Untuk keperluan itu, perluaslah pengetahuan dengan cara, terus belajar terhadap hal-hal baru. Menimba ilmu tidak harus melalui sebuah instansi. Tapi bisa dilakukan sendiri, misalnya membaca buku atau belajar dari lingkungan sekitar.

2. Buat tantangan baru

Seperti saat kita masih anak-anak, setiap kali mendapat mainan baru. Hari-hari akan dilewati bergelut dengan barang baru tersebut. Tapi setelah seminggu berlalu, akan muncul kebosanan. Demikian juga tentang rutinitas sehari-hari yang digeluti orang dewasa.bedanya dengan anak-anak, sebagai orang dewasa dituntut untuk bertahan dan menyesuaikan diri dengan kebosanan itu. Untuk mengatasi hal ini, anda bisa mencari tantangan baru di luar pekerjaan rutin, misalnya ikut yoga atau hal-hal lain yang belum di kuasai. Hal ini dimaksudkan untuk menstimulasi minat anda.

3. Membuat perubahan

Bertemu, melihat dan melakukan hal-hal yang sama dari hari ke hari pasti membuat bosan. Untuk menepis kebosanan itu, anda bisa melakukan perubahan-perubahan pada hal-hal kecil yang anda jumpai setiap hari. Misalnya, letak meja di kantor, atau mungkin wallpaper di computer yang anda gunakan setiap hari, dandanan rambut, atau bahkan rute anda menuju tempat kerja.

4. Ubah bahasa tubuh

Mungkin bahasa tubuh merupakan hal paling sederhana yang jarang kita perhatikan. Namun sikap tubuh memiliki efek nyata terhadap suasana hati seseorang. Orang yang merasa bosan biasanya mulai duduk merosot, menekuk wajh dan terlihat muram. Ketika kebosanan mulai menyergap, cobalah untuk duduk tegak dan tebarkan senyum.

5. Ciptakan kenyamanan

Setiap orang secara ilmiah menyukai keadaan yang membuat nyaman. Suasana yang cozy mendorong orang untuk selalu senang. Jika anda penggemar musik , dapatmendengarkan music kesayangan sembari kerja, atau mungkin anda bisa mengubah ruang kerja anda sebagai tempat yang nyaman. Bisa juga menciptakan suasana yang ramah dan penuh canda tawa bersama rekan kerja.

6. Ambil libur

Jika semua hal diatas telah anda lakukan dan kejenuhan masih melanda, manfaatkan setiap sabtu atau minggu untuk benar-benar menikmati liburan tak perlu pergi ke tempat pariwisata. Anda bisa berlibur dan bersantai bersama keluarga di rumah. Banyak hal yang dapat anda lakukan untuk membuat rileks, misalnya nonton film bareng atau mungkin sekedar jalan-jalan ke mall bersama keluarga. Di jamin kejenuhan hilang dan anda makin dekat dengan keluarga.

4 Tabiat Dunia Kerja yg Anda Harus Tahu

Berikut ini adalah beberapa tabiat dunia kerja yg Anda harus tahu agar bisa menyiasatinya, khususnya bagi Anda2 yg baru mau terjun di dunia kerja. Beberapa darinya mungkin Anda ndak suka, atau bahkan tidak bersepakat dengannya. Apapun deh, nyatanya semua yang disampaikan di sini benar2 terjadi di dunia kerja.

1. Anda Pasti Akan Dibayar Seminimal Mungkin

Perlu teknik negosiasi gaji yg mantap untuk mendapatkan gaji yg diinginkan, karena dengan jabatan yg sama, gaji bisa beda jauh. Buat yg sudah kerja, ini tentu sudah jadi pengetahuan umum. Tapi bagi yg belum pernah bekerja, mereka pikir bukannya gaji di perusahaan udah ada standarnya. Mereka pada bertanya, “Kenapa kok bisa gitu?”

Pertama, perusahaan pikir masih ada banyak orang yg bersedia menggantikan posisi Anda jika memang Anda keberatan dengannya. Lalu bila Anda protes tentangnya, bisa2 harus ucap selamat tinggal pada promosi. Yg jelas secara mendasar biaya karyawan masuk di prosentase terbesar dari total biaya perusahaan. Komponen biaya ini biasanya dimonitor dalam berbagai pelaporan dan budgeting. Ini adl salah kunci penentu performa perusahaan. Semakin kecil biaya

mban1658l 4 Tabiat Dunia Kerja yg Anda Harus Tahu

Jadi gimana dong?
Jika Anda memang lebih butuh jaminan aman -kerja yg ‘mapan’- ketimbang gaji yg gede, ya silahkan menahan diri -ndak usah buru2 protes- dan baru ajukan permohonan Anda untuk naik gaji pada saat review tahunan.

Secara umum, Anda memang perlu membangun CV yg benar-benar berkilau dan berani proaktif. Proaktif dalam artian Anda perlu mengajukan diri untuk tangani project, ambil tanggung jawab lebih, keluarkan saran2 bermutu, sambil kadang2 menelan harga diri dan bersikap kompromis terhadap sikap/keputusan atasan.

2. Anda “Ndak Kan Bisa” Ndapetin Banyak Uang Slama Masih Kerja Buat Orang Lain

Ada berapa banyak sih jumlah manajer senior di tempat kerja Anda? Dan bagaimana juga di tempat lain? Rasionya paling2 berkisar antara 40:1 sampe 200:1. Seperti yg dikatakan oleh sangTuti, cuman sedikit saja karyawan yg bisa dapet 80 juta-an per bulan. Jadi bila Anda bisa dapatkan pendidikan, latar belakang, kemampuan, koneksi dan barangkali “keberuntungan” yg sama seperti mereka, itu lah yang akan mempertinggi peluang Anda untuk bisa dapatkan uang sebesar yg mereka dapat. Tapi bila Anda ndak punya salah satu apalagi beberapa darinya, peluang Anda pun jadi menurun tajam.

Jadi sekarang silahkan bertanya pada diri sendiri, mau nunggu sampai kapan sampe bisa ndapetin gaji seperti atasan2 Anda? Begitu sudah waktunya Anda dapet uang yang sama seperti mereka, jangan2 sudah keburu mau pensiun. Padahal Anda kan mau uangnya sekarang - pengen beli rumah, nyekolahkan anak, dst dst.

Jadi, apa yg bisa dilakukan?
Anda bisa terus bertahan dan “menunggu” hingga Anda dapatkan promosi demi promosi.

Atau Anda bisa masuk ke sektor usaha yg prospektif mendatangkan banyak uang seperti informatika atau finance. Masing2nya membutuhkan spesialisasi dan upaya investasi -waktu, biaya- belajar yg lumayan. Dan harus dipastikan dulu bahwa Anda bisa benar2 menikmatinya.

Atau Anda bisa seriusi hobi Anda untuk temukan cara2 yg bisa beri kemanfaatan bagi orang lain dan jadi ahli di sana. Buka mata dan telinga lebar2, ngobrol2 dg teman, cari2 sapa yg kira2 bisa diajak bisnis bareng. Inget2 apa sih yg bisa dipelajari dari atasan yg bisa diterapkan di luar? Ada ngga kerjaan di perusahaan yg bisa Anda lakukan secara lebih baik dan murah? Ada ngga gagasan luar biasa yg tidak diloloskan oleh pihak manajemen? Akumulasikan apa2 yg Anda tahu, sapa tahu itu bakal berguna.

3. Bukan Tentang Apa, Namun Siapa

Bukanlah tentang apa2 yg Anda tahu, melainkan siapa2 saja yg Anda kenal dan lantas siapa2 saja yg kenal dg Anda. Ketika Anda sudah bisa meningkatkan performa dalam hal kualitas, kuantitas dari aspek pekerjaan, maka Anda harus membuat orang yg tepat mengetahui tentangnya. Orang yg tepat? Iya, orang2 yg punya kuasa untuk mempromosikan Anda dan yg mana omongannya begitu diperhatikan.

cat vs domokun 4 Tabiat Dunia Kerja yg Anda Harus Tahu

who vs what :mrgreen:

4. Perhatikan dg Siapa Anda Diasosiasikan

Anda nggak harus berkumpul dg orang2 yg ndak cocok dg nilai2 Anda. Di tempat Anda kerja, amat bisa jadi ada orang2 yang sukanya mengeluh, menggerutu, menggosip, gosip fitnah, hingga yang sukanya ngutil barang2 kantor sampai korupsi. Mereka akan cari2 kesempatan untuk menyalurkan hasrat mereka.

Kecuali Anda memang berniat mengentas mereka dan punya kekuatan pengaruh yg kuat, maka sebaiknya Anda tidak masuk pada lingkar pertemanan mereka. Bahkan jangan sampai terlihat akrab dengan orang2 semacam itu. Atasan Anda pastinya tau siapa2 saja orang yg sukanya gosip, berbohong dan males2an klo dikasih kerjaan. Jika Anda berteman dg orang2 semacam itu, maka yg terjadi adalah guilty by association, Anda akan ikut kena getah tanpa perlu menjadi sumber getah.

mba0764l 4 Tabiat Dunia Kerja yg Anda Harus Tahu

Kamis, 28 Mei 2009

Tips Negosiasi Gaji pada Saat Wawancara Kerja

OK, meskipun tips terkait cara menjawab pertanyaan interview belum usai, tapi saya rasa issue terkait bagaimana menegosiasi gaji pada tes wawacara kerja juga tak kalah penting untuk dibahas. Nah, aturan umum menegosiasi gaji seperti gini: Jangan bicarakan gaji sampai kemudian Anda sudah mendapat kejelasan bahwa Anda-lah kandidat yg diharapkan (atau merupakan salah satu dari sedikit yg terpilih). Namun, memang sih aturan kayak gitu susah juga untuk dipatuhi. Upaya2 menghindar dari pertanyaan malah bisa-bisa berubah menjadi otot2an - yg tentu tidak Anda inginkan.
tips negosiasi gaji interview Tips Negosiasi Gaji pada Tes Wawancara Kerja
Idealnya memang, pembicaraan terkait gaji baru bisa dilakukan jika pelamar kerja sudah tahu betul dia mau ditempatkan di posisi mana, dan apa saja tanggungjawabnya. Tapi sialnya, tak jarang employer merasa perlu menghemat waktu mereka dg melakukan penyaringan sejak dini.

Anda tentunya menginginkan gaji yg lebih besar ketimbang yg sudah Anda terima sekarang, itu udah jelas. Untuk itu, ketika ditanya tentang riwayat gaji, sebaiknya Anda benar-benar sudah tahu berapakah yg sebetulnya Anda sudah dapatkan sekarang. Saya pertegas lagi: Pastikan Anda tahu berapa banyak sih sebenarnya benefit yg Anda peroleh. Beneran, banyak orang yg ndak tau lho. Meskipun semua orang bisa nyebutkan dia dapat berapa per bulannya, tapi banyak yg lupa memperhitungkan penghasilan tahunan, termasuk juga kompensasi non-gaji seperti tunjangan kesehatan, bonus, bagi hasil, dana pensiun, training pengembangan diri, dan yg lainnya. Padahal hal2 seperti itu aja sudah bisa nambah sampe 25 persen atau lebih dari gaji pokok Anda.

Pertanyaan terkait gaji ini memang terkesan seperti sebuah perangkap. Anda tentu ndak berharap permintaan gaji Anda dianggap terlalu tinggi atau terlalu rendah. Klo terlalu tinggi, kredibilitas Anda bisa rusak, kerja keras Anda sampai dg wawancara bisa dimentahkan. Sementara klo terlalu rendah, bukan cuma maksud untuk tingkatkan standar hidup terbatalkan, itu malah bisa jadi cerminan kurangnya rasa percaya diri, rendahnya self esteem dan ketidakmampuan untuk menilai harga kompetensi diri.

Nah, lantas gimana? Seperti yg saya sampaikan di awal, jangan berikan jawaban gamblang di awal. Anda harus membuat pelamar kerja melihat dulu performa Anda melalui tes wawancara, sehingga dia bisa melihat kelayakan “harga” Anda. Tujuannya adalah agar Anda bisa mengambil waktu sebanyak mungkin untuk membuat kesan sebaik yg Anda bisa berikan sebelum pembicaraan tentang gaji dimulai. Ini ndak ada beda dg salesperson yg sedang berusaha menjual produknya. Harga baru biasanya akan disebut ketika seluruh fitur dan benefit dari produk telah tuntas dibicarakan. Membicarakan harga sebelum fitur dan benefit diungkap bukanlah cara menjual yg bagus. Sama, itu juga bukan cara menegosiasi gaji yg bagus. Anda harus presentasikan dulu keahlian dan wawasan Anda, serta bagaimana Anda bisa menguntungkan perusahaan sebelum bicarakan tentang gaji.

Setahu saya ndak ada kok kasus di mana pelamar kerja ditolak gara2 dia belum menyebutkan dg jelas berapa gaji yg dia minta di surat lamaran. Yg biasanya ada tu kasus pelamar ditolak gara2 sejak awal dia udah nyebutin permintaan gaji yg ndak cocok buat pemberi kerja.

Meskipun begitu, memang bisa jadi Anda akan menemui skenario ndak ideal. Ini adl kondisi di mana Anda sudah ditanya berapa gaji yg diminta sejak awal interview, sebelum Anda sempat meyakinkan pewawancara bhw Anda lah kandidat terbaik, atau sebelum Anda punya gambaran terkait tanggung jawab yg akan diemban di posisi yg Anda incar.

Nah, dalam skenario situasi semacam ini, hal terbaik yg bisa Anda lakukan adl memberikan respon pengalih pembicaraan untuk mengulur waktu. Mengapa? Sekali lagi, supaya Anda bisa mencari info terkait posisi yg Anda incar, dan supaya Anda miliki lebih banyak waktu utk menjual terlebih dahulu pengalaman dan kapabilitas Anda.

negosiasi gaji interview Tips Negosiasi Gaji pada Tes Wawancara Kerja

Pertanyaan: Berapa gaji yg Anda harapkan untuk posisi ini?

“Mohon maaf, Pak. Karena saya masih belum ada gambaran yg jelas terkait bagaimana posisi ini, maka sebenarnya cukup susah bagi saya untuk menyebutkan angka. Saya berharap Bapak berkenan untuk terlebih dahulu memberi saya gambaran dari posisi ini, dan juga rentang gaji yg sudah ditetapkan di perusahaan. Berdasarkan pengalaman saya, nama jabatan yg sama atau identik di perusahaan satu dan yg lain sebenarnya tidaklah benar2 mengartikan kesamaan. Sehingga untuk bisa menyebut angka, saya rasa saya perlu tahu terlebih dahulu bagaimana deskripsi tanggung jawab & pekerjaan dari posisi ini.”

Nah, jika Anda sudah sampaikan yg di atas tapi si pewawancara teruus aja ngejar, dan lalu memaksa Anda utk menyebut angka, padahal Anda belum sempat menjual kompetensi diri Anda. Yaa…[sigh]… sudah lah, sebut aja angka berapa gitu (do your research, please). Ini supaya si pewancara ndak malah menganggap Anda ini merepotkan dan kurang komunikatif.

“Dengan lingkup tanggung jawab yg hendak saya emban, saya pikir saya layak untuk dihargai dengan standar gaji tertinggi yg masih bisa diterima oleh sebagian besar perusahaan, yakni dalam kisaran ___ hingga ___ juta rupiah.”

Pertanyaan: Berapa gaji Anda sekarang? Bagaimana riwayat gaji Anda?

“Saya bisa pahami bila Bapak ingin tahu tentang informasi tsb, dan tentu saja, saya amat tidak keberatan untuk menyampaikannya. Namun rasanya akan lebih nyaman bagi saya bila Bapak berkenan untuk memberi saya kesempatan utk terlebih dahulu menjelaskan bagaimana tanggungjawab dari posisi saya sekarang, dan setelah itu menanyakan kpd Bapak terkait bagaimana bentuk tanggungjawab dari posisi yg saya tuju di sini. Hal ini saya pikir bisa membantu untuk melihat apakah kedua posisi tersebut benar2 bisa dibandingkan dari segi salary dan benefit.”

Memupuk Rasa Percaya Diri

Kepercayaan Diri

Kepercayaan diri adalah sikap positif seorang individu yang memampukan dirinya untuk mengembangkan penilaian positif baik terhadap diri sendiri maupun terhadap lingkungan/situasi yang dihadapinya. Hal ini bukan berarti bahwa individu tersebut mampu dan kompeten melakukan segala sesuatu seorang diri, alias “sakti”. Rasa percaya diri yang tinggi sebenarnya hanya merujuk pada adanya beberapa aspek dari kehidupan individu tersebut dimana ia merasa memiliki kompetensi, yakin, mampu dan percaya bahwa dia bisa – karena didukung oleh pengalaman, potensi aktual, prestasi serta harapan yang realistik terhadap diri sendiri.

Karakteristik

Karakteristik atau ciri-ciri Individu yang percaya diri

Beberapa ciri atau karakteristik individu yang mempunyai rasa percaya diri yang proporsional, diantaranya adalah :

  • Percaya akan kompetensi/kemampuan diri, hingga tidak membutuhkan pujian, pengakuan, penerimaan, atau pun rasa hormat orang lain

  • Tidak terdorong untuk menunjukkan sikap konformis demi diterima oleh orang lain atau kelompok

  • Berani menerima dan menghadapi penolakan orang lain – berani menjadi diri sendiri

  • Punya pengendalian diri yang baik (tidak moody dan emosinya stabil)

  • Memiliki internal locus of control (memandang keberhasilan atau kegagalan, tergantung dari usaha diri sendiri dan tidak mudah menyerah pada nasib atau keadaan serta tidak tergantung/mengharapkan bantuan orang lain)

  • Mempunyai cara pandang yang positif terhadap diri sendiri, ornag lain dan situasi di luar dirinya

  • Memiliki harapan yang realistik terhadap diri sendiri, sehingga ketika harapan itu tidak terwujud, ia tetap mampu melihat sisi positif dirinya dan situasi yang terjadi.

Karakteristik atau ciri-ciri Individu yang kurang percaya diri

Beberapa ciri atau karakteristik individu yang kurang percaya diri, diantaranya adalah:

  • Berusaha menunjukkan sikap konformis, semata-mata demi mendapatkan pengakuan dan penerimaan kelompok

  • Menyimpan rasa takut/kekhawatiran terhadap penolakan

  • Sulit menerima realita diri (terlebih menerima kekurangan dir) dan memandang rendah kemampuan diri sendiri – namun di lain pihak memasang harapan yang tidak realistik terhadap diri sendiri

  • Pesimis, mudah menilai segala sesuatu dari sisi negatif

  • Takut gagal, sehingga menghindari segala resiko dan tidak berani memasang target untuk berhasil

  • Cenderung menolak pujian yang ditujukan secara tulus (karena undervalue diri sendiri)

  • Selalu menempatkan/memposisikan diri sebagai yang terakhir, karena menilai dirinya tidak mampu

  • Mempunyai external locus of control (mudah menyerah pada nasib, sangattergantung pada keadaan dan pengakuan/penerimaan serta bantuan orang lain)

Perkembangan Rasa Percaya Diri

Pola Asuh

Para ahli berkeyakinan bahwa kepercayaan diri bukanlah diperoleh secara instant, melainkan melalui proses yang berlangsung sejak usia dini, dalam kehidupan bersama orangtua. Meskipun banyak faktor yang mempengaruhi kepercayaan diri seseorang, namun faktor pola asuh dan interaksi di usia dini, merupakan faktor yang amat mendasar bagi pembentukan rasa percaya diri.Sikap orangtua, akan diterima oleh anak sesuai dengan persepsinya pada saat itu. orangtua yang menunjukkan kasih, perhatian, penerimaan, cinta dan kasih sayang serta kelekatan emosional yang tulus dengan anak, akan membangkitkan rasa percara diri pada anak tersebut. Anak akan merasa bahwa dirinya berharga dan bernilai di mata orangtuanya. Dan, meskipun ia melakukan kesalahan, dari sikap orangtua anak melihat bahwa dirinya tetaplah dihargai dan dikasihi. Anak dicintai dan dihargai bukan tergantung pada prestasi atau perbuatan baiknya, namun karena eksisitensinya. Di kemudian hari anak tersebut akan tumbuh menjadi individu yang mampu menilai positif dirinya dan mempunyai harapan yang realistik terhadap diri – seperti orangtuanya meletakkan harapan realistik terhadap dirinya.

Lain halnya dengan orangtua yang kurang memberikan perhatian pada anak, atau suka mengkritik, sering memarahi anak namun kalau anak berbuat baik tidak pernah dipuji, tidak pernah puas dengan hasil yang dicapai oleh anak, atau pun seolah menunjukkan ketidakpercayaan mereka pada kemampuan dan kemandirian anak dengan sikap overprotective yang makin meningkatkan ketergantungan. Tindakan overprotective orangtua, menghambat perkembangan kepercayaan diri pada anak karena anak tidak belajar mengatasi problem dan tantangannya sendiri – segala sesuatu disediakan dan dibantu orangtua. Anak akan merasa, bahwa dirinya buruk, lemah, tidak dicintai, tidak dibutuhkan, selalu gagal, tidak pernah menyenangkan dan membahagiakan orangtua. Anak akan merasa rendah diri di mata saudara kandungnya yang lain atau di hadapan teman-temannya.

Menurut para psikolog, orangtua dan masyarakat seringkali meletakkan standar dan harapan yang kurang realistik terhadap seorang anak atau pun individu. Sikap suka membanding-bandingkan anak, mempergunjingkan kelemahan anak, atau pun membicarakan kelebihan anak lain di depan anak sendiri, tanpa sadar menjatuhkan harga diri anak-anak tersebut. Selain itu, tanpa sadar masyarakat sering menciptakan trend yang dijadikan standar patokan sebuah prestasi atau pun penerimaan sosial. Contoh kasus yang riil pernah terjadi di tanah air, ketika seorang anak bunuh diri gara-gara dirinya tidak diterima masuk di jurusan A1 (IPA), meski dia sudah bersekolah di tempat yang elit; rupanya sang orangtua mengharap anaknya diterima di A1 atau paling tidak A2, agar kelak bisa menjadi dokter. Atau, orangtua yang memaksakan anaknya ikut les ini dan itu, hanya karena anak-anak lainnya pun demikian.

Situasi ini pada akhirnya mendorong anak tumbuh menjadi individu yang tidak bisa menerima kenyataan dirinya, karena di masa lalu (bahkan hingga kini), setiap orang mengharapkan dirinya menjadi seseorang yang bukan dirinya sendiri. Dengan kata lain, memenuhi harapan sosial. Akhirnya, anak tumbuh menjadi individu yang punya pola pikir : bahwa untuk bisa diterima, dihargai, dicintai, dan diakui, harus menyenangkan orang lain dan mengikuti keinginan mereka. Pada saat individu tersebut ditantang untuk menjadi diri sendiri – mereka tidak punya keberanian untuk melakukannya. Rasa percaya dirinya begitu lemah, sementara ketakutannya terlalu besar.

Pola Pikir Negatif

Dalam hidup bermasyarakat, setiap individu mengalami berbagai masalah, kejadian, bertemu orang-orang baru, dsb. Reaksi individu terhadap seseorang atau pun sebuah peristiwa, amat dipengaruhi oleh cara berpikirnya. Individu dengan rasa percaya diri yang lemah, cenderung mempersepsi segala sesuatu dari sisi negatif. Ia tidak menyadari bahwa dari dalam dirinya lah semua negativisme itu berasal. Pola pikir individu yang kurang percaya diri, bercirikan antara lain:

  • Menekankan keharusan-keharusan pada diri sendiri (“saya harus bisa begini...saya harus bisa begitu”). Ketika gagal, individu tersebut merasa seluruh hidup dan masa depannya hancur.

  • Cara berpikir totalitas dan dualisme : “kalau saya sampai gagal, berarti saya memang jelek”

  • Pesimistik yang futuristik : satu saja kegagalan kecil, individu tersebut sudah merasa tidak akan berhasil meraih cita-citanya di masa depan. Misalnya, mendapat nilai C pada salah satu mata kuliah, langsung berpikir dirinya tidak akan lulus sarjana.

  • Tidak kritis dan selektif terhadap self-criticism : suka mengkritik diri sendiri dan percaya bahwa dirinya memang pantas dikritik.

  • Labeling : mudah menyalahkan diri sendiri dan memberikan sebutan-sebutan negatif, seperti “saya memang bodoh”...”saya ditakdirkan untuk jadi orang susah”, dsb....

  • Sulit menerima pujian atau pun hal-hal positif dari orang lain : ketika orang memuji secara tulus, individu langsung merasa tidak enak dan menolak mentah-mentah pujiannya. Ketika diberi kesempatan dan kepercayaan untuk menerima tugas atau peran yang penting, individu tersebut langsung menolak dengan alasan tidak pantas dan tidak layak untuk menerimanya.

  • Suka mengecilkan arti keberhasilan diri sendiri : senang mengingat dan bahkan membesar-besarkan kesalahan yang dibuat, namun mengecilkan keberhasilan yang pernah diraih. Satu kesalahan kecil, membuat individu langsung merasa menjadi orang tidak berguna.

Memupuk Rasa Percaya Diri

Untuk menumbuhkan rasa percaya diri yang proporsional maka individu harus memulainya dari dalam diri sendiri. Hal ini sangat penting mengingat bahwa hanya individu yang bersangkutan yang dapat mengatasi rasa kurang percaya diri yang sedang dialaminya. Beberapa saran berikut mungkin layak menjadi pertimbangkan jika anda sedang mengalami krisis kepercayaan diri.

1.Evaluasi diri secara obyektif

Belajar menilai diri secara obyektif dan jujur. Susunlah daftar “kekayaan” pribadi, seperti prestasi yang pernah diraih, sifat-sifat positif, potensi diri baik yang sudah diaktualisasikan maupun yang belum, keahlian yang dimiliki, serta kesempatan atau pun sarana yang mendukung kemajuan diri. Sadari semua asset-asset berharga Anda dan temukan asset yang belum dikembangkan. Pelajari kendala yang selama ini menghalangi perkembangan diri Anda, seperti : pola berpikir yang keliru, niat dan motivasi yang lemah, kurangnya disiplin diri, kurangnya ketekunan dan kesabaran, tergantung pada bantuan orang lain, atau pun sebab-sebab eksternal lain. Hasil analisa dan pemetaan terhadap SWOT (Strengths, Weaknesses, Obstacles and Threats) diri, kemudian digunakan untuk membuat dan menerapkan strategi pengembangan diri yang lebih realistik.

2.Beri penghargaan yang jujur terhadap diri

Sadari dan hargailah sekecil apapun keberhasilan dan potensi yang anda miliki. Ingatlah bahwa semua itu didapat melalui proses belajar, berevolusi dan transformasi diri sejak dahulu hingga kini. Mengabaikan/meremehkan satu saja prestasi yang pernah diraih, berarti mengabaikan atau menghilangkan satu jejak yang membantu Anda menemukan jalan yang tepat menuju masa depan. Ketidakmampuan menghargai diri sendiri, mendorong munculnya keinginan yang tidak realistik dan berlebihan; contoh: ingin cepat kaya, ingin cantik, populer, mendapat jabatan penting dengan segala cara. Jika ditelaah lebih lanjut semua itu sebenarnya bersumber dari rasa rendah diri yang kronis, penolakan terhadap diri sendiri, ketidakmampuan menghargai diri sendiri – hingga berusaha mati-matian menutupi keaslian diri.

3.Positive thinking

Cobalah memerangi setiap asumsi, prasangka atau persepsi negatif yang muncul dalam benak Anda. Anda bisa katakan pada diri sendiri, bahwa nobody’s perfect dan it’s okay if I made a mistake. Jangan biarkan pikiran negatif berlarut-larut karena tanpa sadar pikiran itu akan terus berakar, bercabang dan berdaun. Semakin besar dan menyebar, makin sulit dikendalikan dan dipotong. Jangan biarkan pikiran negatif menguasai pikiran dan perasaan Anda. Hati-hatilah agar masa depan Anda tidak rusak karena keputusan keliru yang dihasilkan oleh pikiran keliru. Jika pikiran itu muncul, cobalah menuliskannya untuk kemudian di re-view kembali secara logis dan rasional. Pada umumnya, orang lebih bisa melihat bahwa pikiran itu ternyata tidak benar.

4.Gunakan self-affirmation

Untuk memerangi negative thinking, gunakan self-affirmation yaitu berupa kata-kata yang membangkitkan rasa percaya diri. Contohnya:

  • Saya pasti bisa !!

  • Saya adalah penentu dari hidup saya sendiri. Tidak ada orang yang boleh menentukan hidup saya !

  • Saya bisa belajar dari kesalahan ini. Kesalahan ini sungguh menjadi pelajaran yang sangat berharga karena membantu saya memahami tantangan

  • Sayalah yang memegang kendali hidup ini

  • Saya bangga pada diri sendiri

5.Berani mengambil resiko

Berdasarkan pemahaman diri yang obyektif, Anda bisa memprediksi resiko setiap tantangan yang dihadapi. Dengan demikian, Anda tidak perlu menghindari setiap resiko, melainkan lebih menggunakan strategi-strategi untuk menghindari, mencegah atau pun mengatasi resikonya. Contohnya, Anda tidak perlu menyenangkan orang lain untuk menghindari resiko ditolak. Jika Anda ingin mengembangkan diri sendiri (bukan diri seperti yang diharapkan orang lain), pasti ada resiko dan tantangannya. Namun, lebih buruk berdiam diri dan tidak berbuat apa-apa daripada maju bertumbuh dengan mengambil resiko. Ingat: No Risk, No Gain.

6.Belajar mensyukuri dan menikmati rahmat Tuhan

Ada pepatah mengatakan yang mengatakan orang yang paling menderita hidupnya adalah orang yang tidak bisa bersyukur pada Tuhan atas apa yang telah diterimanya dalam hidup. Artinya, individu tersebut tidak pernah berusaha melihat segala sesuatu dari kaca mata positif. Bahkan kehidupan yang dijalaninya selama ini pun tidak dilihat sebagai pemberian dari Tuhan. Akibatnya, ia tidak bisa bersyukur atas semua berkat, kekayaan, kelimpahan, prestasi, pekerjaan, kemampuan, keahlian, uang, keberhasilan, kegagalan, kesulitan serta berbagai pengalaman hidupnya. Ia adalah ibarat orang yang selalu melihat matahari tenggelam, tidak pernah melihat matahari terbit. Hidupnya dipenuhi dengan keluhan, rasa marah, iri hati dan dengki, kecemburuan, kekecewaan, kekesalan, kepahitan dan keputusasaan. Dengan “beban” seperti itu, bagaimana individu itu bisa menikmati hidup dan melihat hal-hal baik yang terjadi dalam hidupnya? Tidak heran jika dirinya dihinggapi rasa kurang percaya diri yang kronis, karena selalu membandingkan dirinya dengan orang-orang yang membuat “cemburu” hatinya. Oleh sebab itu, belajarlah bersyukur atas apapun yang Anda alami dan percayalah bahwa Tuhan pasti menginginkan yang terbaik untuk hidup Anda.

7.Menetapkan tujuan yang realistik

Anda perlu mengevaluasi tujuan-tujuan yang Anda tetapkan selama ini, dalam arti apakah tujuan tersebut sudah realistik atau tidak. Dengan menerapkan tujuan yang lebih realistik, maka akan memudahkan anda dalam mencapai tujuan tersebut. Dengan demikian anda akan menjadi lebih percaya diri dalam mengambil langkah, tindakan dan keputusan dalam mencapai masa depan, sambil mencegah terjadinya resiko yang tidak diinginkan.

Mungkin masih ada beberapa cara lain yang efektif untuk menumbuhkan rasa percaya diri. Jika anda dapat melakukan beberapa hal serpti yang disarankan di atas, niscaya anada akan terbebas dari krisis kepercayaan diri. Namun demikian satu hal perlu diingat baik-baik adalah jangan sampai anda mengalami over confidence atau rasa percaya diri yang berlebih-lebihan/overdosis. Rasa percaya diri yang overdosis bukanlah menggambar kondisi kejiwaan yang sehat karena hal tersebut merupakan rasa percaya diri yang bersifat semu.

Rasa percaya diri yang berlebihan pada umumnya tidak bersumber dari potensi diri yang ada, namun lebih didasari oleh tekanan-tekanan yang mungkin datang dari orangtua dan masyarakat (sosial), hingga tanpa sadar melandasi motivasi individu untuk “harus” menjadi orang sukses. Selain itu, persepsi yang keliru pun dapat menimbulkan asumsi yang keliru tentang diri sendiri hingga rasa percaya diri yang begitu besar tidak dilandasi oleh kemampuan yang nyata. Hal ini pun bisa didapat dari lingkungan di mana individu di besarkan, dari teman-teman (peer group) atau dari dirinya sendiri (konsep diri yang tidak sehat). Contohnya, seorang anak yang sejak lahir ditanamkan oleh orangtua, bahwa dirinya adalah spesial, istimewa, pandai, pasti akan menjadi orang sukses, dsb – namun dalam perjalanan waktu anak itu sendiri tidak pernah punya track record of success yang riil dan original (atas dasar usahanya sendiri). Akibatnya, anak tersebut tumbuh menjadi seorang manipulator dan dan otoriter – memperalat, menguasai dan mengendalikan orang lain untuk mendapatkan apa yang dia inginkan. Rasa percaya diri pada individu seperti itu tidaklah didasarkan oleh real competence, tapi lebih pada faktor-faktor pendukung eksternal, seperti kekayaan, jabatan, koneksi, relasi, back up power keluarga, nama besar orangtua, dsb. Jadi, jika semua atribut itu ditanggalkan, maka sang individu tersebut bukan siapa-siapa.

Rabu, 27 Mei 2009

Tips Nyaman Di Tempat Kerja


Adaptasi di tempat kerja memang butuh waktu. Bagi sebagian orang, tidak mudah untuk langsung merasa nyaman di lingkungan kerja. Tapi semuanya bisa diatasi. Syaratnya gampang, punga selera humor yang bagus, dan perilaku yang baik. Ini dia.

1. Jika ingin menyampaikan candaan atau lelucon, cobaah dipikir terlebih dahulu. Jangan sampai lelucon atau humor Anda menyinggung perasaan orang lain. Hanya akan membuat orang lain berpandangan negatif terhadap Anda.

2. Jadilah orang yang menyenangkan. Jangan terlalu serius atau sensitif. Jika orang lain bercanda dengan Anda, lihatlah dari segi lucunya, jangan terlalu dimasukkan ke hati.

3. Jangan sampai stres merusak mood dan emosi Anda. Mood dan emosi yang buruk juga akan mempengaruhi performa serta hubungan Anda dengan rekan sekerja.

4. untuk menghidupkan suasana dengan sesama rekan sekerja, Anda bisa memanfaatkan Email untuk mengirim lelucon atau humor-humor kepada rekan kerja Anda.

5. Bersosialisasilah. Gunakan waktu luang Anda untuk hang out dan bersenang-senang dengan teman-teman Anda. Hal tersebut akan mempersempit jarak Anda dan rekan kerja.

6. Buka diri Anda untuk pengalaman baru. Perluas pergaulan Anda sambil menjalankan hobi. Misalnya ikut klub olah raga, dan lain-lain.

4 Tips Kerja Tanpa Stres

1. Meja kerja bersih
Meja kerja yang bersih dari kertas kerja akan sangat membantu anda untuk lebih fokus pada apa yang sedang dikerjakan. Pekerjaan akan cepat selesai karena pandangan tidak terganggu dengan tumpukan kertas di atas meja.

2.Bekerja dengan prioritas
Yup, SEMUA pekerjaan memang penting untuk diselesaikan secepatnya. Tapi, kita harus bisa membedakan mana yang mendesak untuk diselesaikan, mana yang bisa sedikit ditunda. Bekerjalah dengan prioritas! Dan beban pikiran pun akan jauh berkurang.

3. Segera ambil keputusan
Semakin cepat anda mengambil keputusan dalam menghadapi masalah, semakin cepat pula masalah anda akan terselesaikan. And, guess what? Anda tidak perlu lagi berlama-lama stress memikirkan masalah itu. Bukan pekerjaan yang gampang, tapi harus dilakukan secepatnya supaya tidak berlarut-larut. SEMANGAT!!

4. Delegasikan pekerjaan
Tidak ada orang di dunia ini yang bisa melakukan segala pekerjaan tanpa bantuan orang lain. So, biasakan untuk mulai membagi beban kerja dengan orang lain di tim kerja anda. Stress berkurang dan anda pun akan punya lebih banyak waktu luang untuk aktivitas lainnya.

Konsep Diri

Hampir setiap orang menggantungkan harapan kepada pendidikan untuk melahirkan generasi-generasi muda yang menguasai beragam ilmu dan pengetahuan, yang mampu memanfaatkan poensi diri dan setiap peluang dan pada akhirnya menjadi manusia-manusia yang sukses dalam setiap hal. Pendidikan seakan-akan menjadi syarat mutlak sebuah kesuksesan. Namun pada kenyataannya, terkadang seseorang berhasil mencapai jenjang pendidikan yang tinggi tetapi kurang berhasil dalam kehidupan, atau sebaliknya, tak jarang seseorang suskes dalam kehidupan, tetapi pencapaian akademiknya biasa-biasa saja.

Fenomena ketidakkonsistenan antara pendidikan dan keberhasilan kehidupan tersebut memunculkan pertanyaan bagiamana system pendidikan yang sangat kompetitif ternyata dapat melahirkan generasi yang tangguh secara keilmuan tetapi rapuh atau gagal dalam kehidupan. Salah satu kemungkinan penyebabnya adalah ketika anak didik dihadapkan kepada beban pendidikan yang terlalu banyak dan ekspetasi yang terlalu tinggi dikarenakan lingkungan yang sangat kompetitif, sistem pendidikan dan lingkungan tidak memberikan ruang yang cukup untuk mengembangkan konsep diri anak didik secara matang dan positif. Tulisan ini menjelaskan apa dan bagaimana konsep diri berkembang dalam kehidupan seseorang, faktor apakah yang mempengaruhinya, kaitan konsep diri seseorang dengan pencapaian akademik, dan bagaimana peran guru serta aktivitas belajar dapat mempengaruhi pembentukan konsep diri pada anak didik.

KONSEP DIRI , PERKEMBANGAN DAN FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA

Perkins (1958) menyatakan bahwa konspe diri adalah semua persepsi, kepercayaan, perilaku dan nilai-nilai yang digunakan diri seseorang untuk mendeskripsikan dirinya sendiri, dan konsep diri seorang anak berubah seiring dengan cara pandang dirinya pada suatu periode waktu. Sementara itu, Smith dkk (1977) mengungkapkan bahwa konsep diri adalah suatu cara pandang yang kompleks dan dinamis dalam diri seseorang terhadap dirinya sendiri dan konsep diri adalah sesuatu yang terukur. Konsep diri diukur dalam dua area yaitu akademik dan non akademik. Gunawan (2005) menyebutkan bahwa konsep diri akademik terkait dengan kemampuan verbal/bahasa dan matematika. Sedangkan untuk non akademik, menurut Marsh dalam Yan dan Haihui (2005), konsep diri diukur melalui delapan parameter yang mencakup: penampilan fisik, kemampuan fisik, hubungan sesama jenis, hubungan lain jenis, hubungan dengan orang tua, kestabilan emosi, kepercayaan dan kejujuran, serta konsep diri secara umum.

Terkait dengan pembentukannya, konsep diri mulai berkembang sejak masa bayi dan akan terus berkembang sejalan dengan perkembangan individu itu sendiri. Konsep diri individu terbentuk melalui imajinasi individu tentang respon yang diberikan oleh orang lain. Dalam proses tersebut, konsep diri dipengaruhi oleh beberapa factor. Puspasari (2007) menyatakan bahwa perkembangan dari proses pengenalan diri sendiri dipengaruhi oleh factor yang mengikuti perkembangan seorang anak seperti pengaruh keterbatasan ekonomi, isolasi lingkungan, ataupun pengaruh usia individu tersebut.

KONSEP DIRI DAN PENGARUHNYA TERHADAP PENCAPAPAIAN AKADEMIK SISWA

Konsep diri merupakan seperangkat instrument pengendali mental dan karenanya mempengaruhi kemampuan berpikir seseorang. Gunawan (2005) menyebutkan bahwa seseorang yang mempunyai konsep diri positif akan menjadi invidu yang mampu memandang dirinya secara positif, berani mencoba dan mengambil resiko, selalu optimis, percaya diri, dan antusias menetapkan arah dan tujuan hidup. Terkait dengan pencapaian akademik, hasil-hasil penelitian yang dilakukan oleh Shupe dan Yager (2005) dan Yeung dan Marsh dalam O’Mara dkk (2006) menunjukkan bahwa konsep diri dan pencapaian akademik siswa adalah dua hal yang saling memperngaruhi. Hasil-hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa dalam berbagai tingkatan mulai dari sekolah dasar sampai dengan perguran tinggi, seseorang dengan konsep diri yang positif cenderung memiliki pencapapaian akademik yang lebih baik.

Bagaimakah sebenarnya konsep diri dapat mempengaruhi pencapaian akademik seseorang? Atau sebaliknya, bagaimanakan pencapaian akademik mempengaruhi konsep diri seseorang? Tripp Jr (2003), Shupe dan Yager (2005) mengemukakan bahwa seseorang dengan konsep diri positif akan mempunyai kemampuan interpersonal dan intrapersonal yang baik pula, yang memungkinkan untuk melakukan evaluasi secara obyektif terhadap dirinya sendiri. Sementara itu menurut Germer (2004), konsep diri merupakan kunci untuk membangun komunikasi terbuka antara guru dan murid sehingga mnciptakan partisipasi aktif antara keduanya dalam kegiatan belajar mengajar. Baik Germer dan Yager, menyimpulkan bahwa dengan konsep diri positif akan meminimalisasi munculnya kesulitan belajar dalam diri siswa. Berkurangnya kesulitan belajar inilah yang pada akhirnya memungkinkan siswa untuk mendapatkan penguasaan akademik yang lebih baik. Dari sini, nampak bahwa konsep diri positif menjadi pemacu keberhasilan akademik. Meskipun demikian, menarik untuk mencermati penemuan Yan dan Haibui (2005) yang mengungkapkan bahwa anehnya pada anak-anak yang berbakat atau mempunyai kemampuan akademik yang mengagumkan, didapatkan konsep diri negatif meski tidak signifikan. Menurut Syah (2007), siswa yang sangat cerdas dapat mempunyai konsep diri yang negatif yang ditandai dengan munculnya kesulitan belajar dikarenakan tuntutan keingintahuannya dirasakan tidak diperlakukan secara adil.

KONSEP DIRI DAN PEMBENTUKANNYA DALAM AKTIVITAS BELAJAR

Melihat besarnya pengaruh konsep diri terhadap keberhasilan seseorang, tak heran jika sekolah-sekolah berrupaya untuk mengintegrasikan pembentukan konsep diri ke dalam aktivitas belajar mengajar di dalam dan di luar kelas. Aktivitas sekolah terkait dengan pembentukan konsep diri dilakukan sepanjang masa belajar dari tingkat dasar sampai jenjang pendidikan tinggi, sebagaimana yang diungkapkan Cotton (1993), meskipun, O’Mara dkk (2006) menyebutkan bahwa intervensi guru dalam aktivtas kelas untuk pembentukan konsep diri memberikan respon paling nyata ketika siswa berada pada masa sekolah menengah dimana siswa pada usia ini memiliki keterlibatan paling tinggi dalam aktivias kelas dibandingkan dengan rekannya yang lebih muda di sekolah dasar ataupun yang lebih tua di perguruan tinggi.

Germer (1974), Cotton (1993), dan O’Mara dkk (2006) menyatakan bahwa guru memegang peranan kunci dalam aktivitas kelas, dan karenanya kesadaran guru terhadap pentingnya pembentukan konsep diri akan menentukan seberapa jauh pembentukan konsep diri dapat diintegrasikan ke dalam aktivitas belajar mengajar. Bagaimanakah aktivitas belajar mengajar dapat menjadi media pembentukan konsep diri? Germer (1974) menyatakan bahwa aktivitas kelas yang memungkinkan komunikasi dan partisipasi guru – siswa dan siswa – siswa secara lebih aktif, akan membantu siswa menjadi individu yang terbuka dan menerima diri sendiri dengan lebih baik sehingga memacu pembentukan konsep diri positif, menjadi individu yang lebih mampu “mendengar”, merasakan, menghormati, dan menciptakan komunikasi yang lebih terbuka dengan yang lain.

Secara lebih spesifik, Cotton (1993) menguraikan program pengembangan konsep diri anak dilakukan pada basis yang berbeda, dari mulai kelas, sekolah sampai wilayah. Cotton menyatakan bahwa pembentukan konsep diri di dalam kelas dilakukan dengan memberikan tugas berbasis kelompok dan berorientasi kepada pengembangan kemampuan afektif siswa, serta penggunaan umpan balik terhadap kemajuan pembelajaran siswa, dan mengupayakan partisipasi aktif dan komunikasi yang terbuka antara guru – murid – walimurid. Ke semua hal tersebut dilakukan melaui berbagai kegiatan kelas seperti rotasi teman sebangku, pembuatan papan apresiasi siswa terhadap siswa yang lain sekaligus pengisian papan pernyataan penyesalan atas kesalahan yang diperbuat siswa terhadap siswa yang lain, pendampingan siswa korban narkoba, pengajaran ketrampilan hidup, penunjukan relawan sebaya sebagai tutor dalam belajar, serta penguatan kemampuan matematika dan bahasa siswa. Program yang dilakukan secara kontinyu tersebut, menghasilkan perubahan positif dalam diri siswa seperti penurunan angka drop out, peningkatan kehadiran siswa, penurunan kegagalan siswa dalam mata pelajaran, dan meningkatnya rasa kepedulian siswa terhadap lainnya.

SEBUAH REFLEKSI MENUJU PENDIDIKAN YANG LEBIH BAIK

Siapa saya? Mungkin ini menjadi salah satu pertanyaan penting yang harus dijawab sesorang jika ingin maju dan berkembang. Konsep diri merupakan cuatu cara untuk menjawab pertanyaan ini. Kini, di saat pendidikan menjadi tulang punggung untuk menciptakan individu yang berkualitas, pembentukan konsep diri positif pada anak didik adalah suatu hal yang tak dapat ditinggalkan, yang harus dilakukan secara kontinyu dan menyeluruh pada setiap tahapan perkembangan anak didik. Di luar rumah, aktivitas kelas dan lingkungan sekolah memberikan warna terhadap pembentukan imdividu anak didik, yang dalam prosesnya peran guru adalah sangat vital. Keberhasilannya sangat ditentukan oleh ada atau tidaknya kesadaran, kemauan dan kreativitas guru untuk mengintegrasikan pembentukan konsep diri yang positif ke dalam kegiatan pembelajaran.