Jumat, 29 Mei 2009

Tips Untuk Meniti Karier

BERANI BERSAING KARIER MELESAT
Survival of the fittest. Percaya hukum alam yang satu ini kan ? untuk urusan karier, aturan ini juga berlaku, yangterkuatlah yang akan menang. Kalau kita kompeten da terus nunjukin prestasi, kesempatan meraih sukses pasti lebih besar. Tentunya tidak gampang meraihnya, namun yang pasti untuk sukses kita wajib punya semangat bersaing!

Semua hal di dunia ini punya dua sisi, gelap - terang, cewek – cowok, begitu juga dengan persaingan di dunia kerja. Ada persaingan yang dilakukan secara sehat, namun tidak sedikit yang melakukan hal sebaliknya. Cara mendeteksinya : kalau bersaing secara sehat, kita sepenuhnya menyadari bahwa kita dinilai atas performa kerja mulai dari tahap awal hingga akhir.
Dalam persaingan, selalu ada yang menang dan kalah, supaya tidak terjegal ikuti trik-trik berikut ini :

  1. Play by the rule, selalu jadikan peraturan perusahaan sebagai pegangan. Jadi, seandainya saingan mau menjatuhkan kita, pelanggaran tidak bisa dijadikan senjata. Jika di larang mengenakan celana panjang pada hari-hari tertentu, jangan pedulikan ajakan teman untuk berbuat nakal. Main aman saja.
    Harus di catat pula playing the rule tidak berarti kita jadi kaku. Kendala karier sering muncul karena kita tidak fleksibel. Sekali-kali kita bole kok mencuri waktu untuk mengunjungi rekan-rekan dari divisi lain untuk mengakrabkan diri. lain waktu mungkin kita membutuhkan mereka.
  2. Rela kerja ekstra, ingat, kita sedang bersaing. Jangan terpaku pada job description, meskipun sudah menyelesaikan tugas, jangan sampai kelihatan kita ongkang-ongkangan kaki. kalau memang mungkin , ada baiknya membantu rekan kerja yang lain atau mengusulkan diri untuk mengerjakan proyek yang akan dikerjakan . semakin proaktif akan semakin menonjol. Janganmau kalah dengan yang lain.
  3. Multiskilled, semakin banyak keahlian yang kita punya, kita akan semakin unggul. Meskipun sama-sama calon sekretaris yang memiliki bekal keskretarisan yang sama, tapi kalau kita mempunyai keahlian lain, misalnya jago bahasa mandarin, kita tentunya akan lebih unggul beberapa poin. Jangan mau jadi orang yang hanya punya kemapuan standard saja.
  4. Lihai berstrategi, jangan terlalu tenggelam dengan pekerjaan yang menggunung. Bersaing itu memerlukan strategi. Pahami betul politik dikantor. Lengah sedikit, bisa jadi kita salah langkah. Jika atmosfir perusahaan kita cukup kaku, ya jangan suka sok akrab. Ikuti prosedur yang berlaku. Jangan sampai ada pihak yang merasa dilangkahi. Akibatnya bisa fatal. Cap tidak tahu diri bisa saja melekat pada kita.
  5. Jago mengatasi stress, pandangan dunia kerja sebagai medan perang. Sekali kita terlibat, harus siap jiwa raga. Pekerjaan kita bisa jadi gempuran yang tidak ada hentinya, makanya cara kita menangani stres sangat penting. Kalau kita dikalahkan oleh stress kerja, performa kita tidak akan oke. Kegagalan pun menanti.
    Agar jago menangani stress, selalu berpikir “ saya bisa” jangan pernah menganggap suatu tugas terlalu berat. Sekali pikiran ini mampir di benak kita, rasa nggak mampu akan menghantui. Kalau kita memang berusaha keras untuk menyelesaikan tugas dengan baik, dukungan dari banyak pihak pasti akan berdatangan.
  6. Manajemen waktu, sering lembur berarti rajin ? belum tentu ! keseringan lembur malah tidak baik bagi konduite kita. Pasti ada yang salah dengan time management kita. Bukan tidak mugkin akan ada pertanyaan di dalam pikiran boss kita ataupun rekan kerja, kalau kita tidak mampu menyelesaikan pekerjaan tepat waktu. Sebenarnya tidak ada yang slah dengan lembur. Tentunya selama diperlukan. Tapi, kalau kita ceerdas mengatur waktu, mustahil lembur terus-terusan kan ? mangement waktu adalah kunci tercapainya suatu target dengan kualitas dan range waktu yang memuaskan.
  7. Tidak mengulangi kesalahan, no body’s perfect. Mungkin kita pernah melakukan kesalahan, tapi tidak usah berkecil hati, yang penting kitamau memperbaiki diri. Dengan mengulangi kesahalan yang sama berarti tidak kompeten dan kemampuan belajar kita rendah. Nilai kita akan terus merosot dimata atsan sehingga para pesaing bisa melewati kita tanpa banyak kesulitan.
  8. Tunjukan ambisi, last but not least, tunjukan kalau kita berambisi. Atasan bukan paranormal yang bisa menebak isi kepala. Kalau kita kelihatannya adem ayem saja, sudah puas dengan posisi sekarang, tidak mungkin kita akan mendapatkan promosi! Buat apa diberi jatah lebih kalauu orangnya tidak mau ? mungkin itu yang akan ada di pikiran atasan kita. Sebelum kkta menghadap atasan, tunjukan terlebih dulu bersemangat kerja kita. Meeting merupakan saaat yang tepat untuk unjuk gigi, kita bisa memberi sinyal kalau kita kompeten. Layaknya atlet, harus aktif menjemput bola

Tidak ada komentar:

Posting Komentar